Polisi Mamuju Ringkus 5 Kurir Sabu Lintas Provinsi :: Dua Hakim Agung Dilantik dan Diambil Sumpah :: Densus 88 Tangkap Pasutri Terlibat Terorisme :: Terdakwa Penista Agama Dituntut 1,5 Tahun Penjara :: Perilaku Seks Menyimpang Manajer "Front Office" Hotel Tak Dituruti, Petaka bagi Korban FDA Kontributor Grobogan ::

Pakar: RUU Pengampunan Nasional Permudah Korupsi

Diposting oleh : LKBH STAIN Kudus
Senin, 12 Oktober 2015 - 15:04:30 WIB


Senin, 12 Oktober 2015, 12:05 WIB
Ismar Patrizki/Antara
Demo anti korupsi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Rusli Muhammad mengatakan, korupsi dan pengemplang pajak merupakan kejahatan luar biasa. Sebab, dampaknya dirasakan oleh rakyat dan negara.

"Tak ada ampunan bagi koruptor dan pengemplang pajak. Dalam undang-undang soal korupsi ini juga sudah diatur kalau penyitaan aset koruptor tidak akan menghilangkan hukuman pidana mereka," katanya, Senin (12/10).

Namun, menurutnya, kalau dalam RUU Pengampunan Nasional, koruptor dan pengemplang pajak yang aset dan hartanya disita pemerintah lalu diampuni maka ini tidak adil. Bahkan, ini akan mempermudah korupsi dilakukan di masa yang akan datang.

"Koruptor akan semakin berani melakukan korupsi. Kalaupun koruptor sial dan ditangkap maka mereka santai saja tinggal menyerahkan hartanya dan diampuni," ujarnya.

Makanya, kata dia, kalau RUU Pengampunan Nasional sampai diundangkan, ini akan melahirkan kejahatan baru. Yakni, mempermudah orang melakukan korupsi.

Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/10/12/nw3ctl354-pakar-ruu-pengampunan-nasional-permudah-korupsi


Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

Penyuluhan dan Pembinaan Hukum
Tgl: 1-1-2016 s/d 31-12-2016
Jam: 08.00 sd 16.00
Diskusi Hukum IV
Tgl: 10-11-2016 s/d 10-11-2016
Jam: 09.00 WIB sampai selesai
Seminar Hukum
Tgl: 6-10-2016 s/d 6-10-2016
Jam: 08.30 sampai selesa

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube