Polisi Mamuju Ringkus 5 Kurir Sabu Lintas Provinsi :: Dua Hakim Agung Dilantik dan Diambil Sumpah :: Densus 88 Tangkap Pasutri Terlibat Terorisme :: Terdakwa Penista Agama Dituntut 1,5 Tahun Penjara :: Perilaku Seks Menyimpang Manajer "Front Office" Hotel Tak Dituruti, Petaka bagi Korban FDA Kontributor Grobogan ::

Pancasila Harus Menjadi Gaya Hidup

Diposting oleh : LKBH STAIN Kudus
Selasa, 04 Oktober 2016 - 15:31:15 WIB



Senin, 03 Oktober 2016 | 19:08 WIB
Sebagai filsafat negara, Pancasila merupakan sistem nilai yang sangat baik.
INFO NASIONAL - Terjadi kemerosotan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurunnya implementasi nilai-nilai ini dilakukan hampir di setiap kalangan, baik oleh pejabat negara, pejabat partai politik, tokoh masyarakat, akademikus, bahkan orang tua di dalam keluarga. Karena itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung dihidupkannya kembali penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Selain itu, anggota MPR Abdul Kadir Karding berharap Pancasila dapat dimasukkan menjadi kurikulum pendidikan nasional.
Hal ini disampaikan dalam dialog kebangsaan MPR RI “Implementasi Nilai-nilai Pancasila, dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila” bersama pengamat politik Yudi Latief di gedung MPR RI, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2016. Selain dua hal itu, Abdul berharap dilakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) di semua aspek kelembagaan negara.
“Hal terpenting adalah keteladanan dari pemimpin negara di semua tingkatan, dan pemimpin masyarakat untuk tidak mempertontonkan kehidupan hedonisme, bermewah-mewah, individualistis, egoistis, cuek lingkungan dan lain-lain, yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Sementara itu, Yudi Latief menilai terjadi perubahan pasca-reformasi. Sebagai filsafat negara, Pancasila merupakan sistem nilai yang sangat baik karena rasional, sistematis, dan bersifat universal. Sayangnya, nilai-nilai yang baik itu tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai baik yang ada di dalam Pancasila juga tidak dilakukan sebagai pendirian hidup.

“Saat ini Pancasila sekadar menjadi pendirian hidup yang ada di dalam pengetahuan akademik tapi tidak direalisasikan. Kita telah gagal menjadikan Pancasila pendirian hidup,” kata lagi.
Pancasila itu harus dilembagakan dalam bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan, budaya, sehingga berkepribadian dalam budaya, berdaulat dalam politik, dan mandiri dalam ekonomi. Perlu dilakukan revolusi mental, yaitu bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi pola pikir dalam kehidupan sehari-hari.
“Harus menjadi lifestyle, gaya hidup, perilaku. Sekarang ini Pancasila hanya diajarkan, tapi tidak menjadi perilaku,” tuturnya.
Menurut Yudi, metodologi P4 harus diperbarui agar tidak deduktif, monoton, dan seperti doktrin. Tapi lebih induktif, dengan pendekatan kehidupan nyata sehari-hari di masyarakat, dan mendorong anak-anak memahami dan menjalani kehidupan nyata. (*)
 Sumber: https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/03/285809275/pancasila-harus-menjadi-gaya-hidup



Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

Penyuluhan dan Pembinaan Hukum
Tgl: 1-1-2016 s/d 31-12-2016
Jam: 08.00 sd 16.00
Diskusi Hukum IV
Tgl: 10-11-2016 s/d 10-11-2016
Jam: 09.00 WIB sampai selesai
Seminar Hukum
Tgl: 6-10-2016 s/d 6-10-2016
Jam: 08.30 sampai selesa

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube