Polisi Mamuju Ringkus 5 Kurir Sabu Lintas Provinsi :: Dua Hakim Agung Dilantik dan Diambil Sumpah :: Densus 88 Tangkap Pasutri Terlibat Terorisme :: Terdakwa Penista Agama Dituntut 1,5 Tahun Penjara :: Perilaku Seks Menyimpang Manajer "Front Office" Hotel Tak Dituruti, Petaka bagi Korban FDA Kontributor Grobogan ::

MA Kabulkan Upaya Peninjauan Kembali atas Semen Indonesia

Diposting oleh : LKBH STAIN Kudus
Selasa, 11 Oktober 2016 - 14:07:00 WIB



Selasa, 11 Oktober 2016 | 00:56 WIB
Perwakilan Masyarakat Rembang melakukan aksi menolak Semen INdonesia didepan Istana Negara, Jakarta, 27 Juli 2016. TEMPO/Amston Probel
TEMPO.CO, Jakarta –
 Mahkamah Agung memenangkan upaya peninjauan kembali (PK) gugatan warga Rembang terhadap PT Semen Indonesia. Putusan itu dikeluarkan pada Rabu, 5 Oktober 2016.

Joko Priyanto, warga Rembang yang mengajukan gugatan, merasa lega dengan putusan Mahkamah Agung. "Kami dengar kabar itu senang, lega, artinya perjuangan panjang kami warga Rembang ini terbayar juga," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Oktober 2016.

Menurut Joko, putusan Mahkamah Agung memiliki dampak yang besar. Sebab, materi gugatannya adalah akar dari pokok permasalahan, yaitu pembatalan izin lingkungan. "Kalau izin lingkungan batal maka semuanya batal secara otomatis. Akarnya itu kan izin lingkungan baru keluar izin-izin yang lain," ucap dia.

Perkara gugatan ini awalnya diajukan Joko Prianto bersama warga Rembang, yang menolak pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang melawan Gubernur Jawa Tengah sebagai tergugat I dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai tergugat II. Obyek gugatan berupa Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17/2012 tanggal 7 Juni 2012 tentang izin lingkungan kegiatan penambang dari pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia.

Di tingkat pertama di PTUN Semarang, gugatan itu ditolak hakim pada 16 April 2015. Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menyatakan gugatan warga dianggap kedaluwarsa.
Obyek gugatan yang diajukan telah melebihi tenggang waktu 90 hari sebagaimana Pasal 55 Undang-undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

Selanjutnya, warga Rembang mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya. Namun, pengadilan menolak banding yang diajukan warga Rembang. Dalam salinan putusannya, ketua majelis hakim Santer Sitorus, dengan anggota Djoko Dwi Hartanto dan Riyanto, menguatkan putusan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang Nomor 64/G/2014/PTUN.SMG tanggal 16 April 2015.

Perjuangan tak berhenti. Warga yang menolak pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang mengajukan kasasi pasca putusan banding. Lagi-lagi, mereka kalah.

Peninjauan kembali akhirnya diajukan pada 4 Mei 2016 setelah warga Rembang menemukan novum (bukti baru) atas kejanggalan-kejanggalan di persidangan-persidangan sebelumnya. "Artinya pengadilan memutuskan memang dengan fakta dan kenyataan yang ada," kata Joko.

MAYA AYU PUSPITASARI
 Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/11/058811177/ma-kabulkan-upaya-peninjauan-kembali-atas-semen-indonesia



Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

Penyuluhan dan Pembinaan Hukum
Tgl: 1-1-2016 s/d 31-12-2016
Jam: 08.00 sd 16.00
Diskusi Hukum IV
Tgl: 10-11-2016 s/d 10-11-2016
Jam: 09.00 WIB sampai selesai
Seminar Hukum
Tgl: 6-10-2016 s/d 6-10-2016
Jam: 08.30 sampai selesa

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube