UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa :: Menpan-RB: Honorer Harus Ikut Tes CPNS :: Cegah Korupsi Dana Desa, BPK Diminta Membina Kepala Desa :: Jokowi: Perpres Pendidikan Karakter Bentengi Anak dari Budaya Luar :: Penerapan Perpres Pendidikan Karakter Perlu Penyesesuaian ::

Jokowi Teken Perpres Penguatan Pendidikan Karakter

Diposting oleh : LKBH STAIN Kudus
Kamis, 07 September 2017 - 10:06:18 WIB
 

TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meneken Peraturan Presiden tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Perpres Nomor 87 Tahun 2017 itu merupakan pengganti dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah atau yang dikenal dengan full day school.


Penandatanganan Perpres berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. "Saya sangat berbahagia semuanya memberikan dukungan penuh terhadap Perpres," kata Jokowi, Rabu, 6 September 2017.

Jokowi menuturkan pembentukan Perpres itu atas dasar masukan dari berbagai ormas Islam. Sehingga, menurut dia, isi Perpres diklaim sudah komprehensif dan mengakomodasi semua pemangku kepentingan. Tahap berikutnya, pemerintah tengah menyiapkan petunjuk teknis atau pelaksanaan agar bisa segera diterapkan di lapangan.

Baca juga: Perpres Pendidikan Karakter Segera Diterbitkan

Sejumlah ormas Islam ikut menghadiri penetapan Perpres Penguatan Pendidikan Karakter di Istana Merdeka. Mereka adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, Al Wasi'ah, Majelis Ulama Indonesia, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Selain itu, ikut mendampingi Jokowi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Sebelumnya, kehadiran Permendikbud Hari Sekolah menimbulkan polemik, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama. Peraturan yang kerap disebut sebagai lima hari sekolah (full day school) itu dianggap bakal mematikan keberadaan madrasah dan pesantren yang sudah lama hadir. Pemerintah pun akhirnya memilih mengganti Permendikbud menjadi Perpres.

Kehadiran Perpres itu, ucap Jokowi, juga akan menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah. Sebab, upaya penguatan pendidikan karakter di sekolah memerlukan anggaran. "Saya kira kekuatan Perpres ada di situ," katanya.

Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengapresiasi terbitnya Perpres Pendidikan Karakter. Menurut dia, upaya pendidikan karakter sudah dilakoni NU sejak lama. "Dengan Perpres kami akhiri perdebatan Permendikbud tentang hari sekolah," ucapnya.

 

 

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/2017/09/06/173906547/Jokowi-Teken-Perpres-Penguatan-Pendidikan-Karakter




Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

Penyuluhan dan Pembinaan Hukum
Tgl: 1-1-2016 s/d 31-12-2016
Jam: 08.00 sd 16.00
Diskusi Hukum IV
Tgl: 10-11-2016 s/d 10-11-2016
Jam: 09.00 WIB sampai selesai
Seminar Hukum
Tgl: 6-10-2016 s/d 6-10-2016
Jam: 08.30 sampai selesa

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube