Polisi Mamuju Ringkus 5 Kurir Sabu Lintas Provinsi :: Dua Hakim Agung Dilantik dan Diambil Sumpah :: Densus 88 Tangkap Pasutri Terlibat Terorisme :: Terdakwa Penista Agama Dituntut 1,5 Tahun Penjara :: Perilaku Seks Menyimpang Manajer "Front Office" Hotel Tak Dituruti, Petaka bagi Korban FDA Kontributor Grobogan ::

Bebas dari Hukuman Pancung, TKI Nurkoyah Menangis dan Peluk Ibunda

Diposting oleh : LKBH STAIN Kudus
Kamis, 05 Juli 2018 - 14:03:19 WIB

Kontributor Karawang, Farida Farhan Kompas.com - 05/07/2018, 11:39 WIB Nurkoyah, TKI yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi, langsung sujud syukur saat tiba di rumahnya, Dusun Krajan 1, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Rabu (4/7/2018). Nurkoyah, TKI yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi, langsung sujud syukur saat tiba di rumahnya, Dusun Krajan 1, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Rabu (4/7/2018).(KOMPAS.com/Farida Farhan) KARAWANG, KOMPAS.com - Nurkoyah, Tenaga Kerja Indonesia (TKl) lolos dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi. Ia dipulangkan ke rumahnya di Dusun Krajan I, RT 005 RW 002, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Kedatangannya disambut tangis haru keluarga dan para tetangga. Bahkan putrinya pingsan melihat ibunya yang sebelumnya dikabarkan terancam hukuman mati, berada di hadapannya. Setelah melewati riungan keluarga dan tetangga, Nurkoyah langsung sujud syukur begitu sampai di teras rumahnya. Baca juga: Vonis Bebas, Buah Manis Penantian TKI Nurkoyah Selama 8 Tahun Nurkoyah kemudian berjalan memasuki rumahnya dan langsung memeluk sang ibu, Narmi (70). Tangis keduanya pecah. Tak banyak kata-kata yang terucap, selain isakan, peluk, dan elusan kepala. Tubuh Narmi lemas di pelukan Nurkoyah. "Ini ibumu, peluk, peluk," ujar kerabat Nurkoyah yang turut memeluknya. Kakak Nurkoyah, Nean (52), mengaku bersyukur adiknya bisa selamat dari hukuman mati di Arab Saudi. "Ini adalah buah doa dan usaha dari keluarga akhirnya adik saya bisa selamat," tambahnya. Nean juga mengucapkan terima kasih kepada tim KBRI Riyadh, pengacara Mish’al Al Shareef dari Kantor Hukum Mish’al Al Shareef, dan Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel yang mengantarkan Nurkoyah hingga ke kampung halaman. Baca juga: Haru Keluarga Nurkoyah, TKI yang Bebas dari Hukuman Pancung di Arab Saudi Ia juga mengucapkan terima kasih kepada perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang. Sejak sore, rumah Nurkoyah yang tepat berada di depan Musala Nurul Amal itu dipadati warga. Tua, muda, hingga anak kecil berduyun-duyun datang. Bahkan beberapa di antaranya menyalakan kembang api dan memainkan rebana. Suasana haru itu, bercampur riuh lantaran kepulangan Nurkoyah diantar langsung Mish’al Shareef, pengacara terkenal di Saudi yang selama ini intensif melakukan advokasi beberapa kasus hukum WNI. Mish'al Shareef mengungkapkan, Nurkoyah dilaporkan atas kasus dugaan pembunuhan anak majikannya yang belum lama lahir menggunakan racun. Saat menjalani proses hukum, Nurkoyah sempat menjalani hukuman penjara selama delapan tahun. Mish'al menyebut Nurkoyah sempat mengakui tuduhan tersebut atas dasar tekanan dari penyidik. "Tidak ditemukan bukti yang kuat. Dan setelah diambil sumpah, hakim kemudian memutuskan Nurkoyah tidak terbukti melakukan pembunuhan," ujar Mish'al.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bebas dari Hukuman Pancung, TKI Nurkoyah Menangis dan Peluk Ibunda", https://regional.kompas.com/read/2018/07/05/11395231/bebas-dari-hukuman-pancung-tki-nurkoyah-menangis-dan-peluk-ibunda.
Penulis : Kontributor Karawang, Farida Farhan
Editor : Reni Susanti




Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

Penyuluhan dan Pembinaan Hukum
Tgl: 1-1-2016 s/d 31-12-2016
Jam: 08.00 sd 16.00
Diskusi Hukum IV
Tgl: 10-11-2016 s/d 10-11-2016
Jam: 09.00 WIB sampai selesai
Seminar Hukum
Tgl: 6-10-2016 s/d 6-10-2016
Jam: 08.30 sampai selesa

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube